Novian Putrasaka Nugraha, Putrasaka (2026) Analisis perhitungan beban pendingin udara metode HVAC ROT dan CLTD pada ruang PPIC PT SHTS. Sarjana thesis, Institus Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).
Cover Skripsi_Novian Putrasaka Nugraha (24214705).pdf
Download (120kB)
ORISINALITAS NOVIAN PUTRASAKA NUGRAHA.pdf
Download (829kB)
Abstrak Skripsi_Novian Putrasaka Nugraha (24214705).pdf
Download (363kB)
Bab 1 Skripsi_Novian Putrasaka Nugraha (24214705).pdf
Restricted to Registered users only
Download (337kB)
Bab 2 Skripsi_Novian Putrasaka Nugraha (24214705).pdf
Restricted to Registered users only
Download (691kB)
Bab 5 Skripsi_Novian Putrasaka Nugraha (24214705).pdf
Restricted to Registered users only
Download (328kB)
SKRIPSI_Novian Putrasaka Nugraha (24214705).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Kebutuhan pendinginan yang tidak direncanakan secara tepat dapat menyebabkan ketidaknyamanan termal serta pemborosan energi pada bangunan perkantoran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan beban pendinginan pada ruang office PPIC PT SHTS serta membandingkan hasil perhitungan menggunakan metode cooling load temperature difference (CLTD) dan rule of thumb (ROT). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data berupa dimensi ruang, material bangunan, jumlah penghuni, peralatan listrik, sistem pencahayaan, serta kondisi temperatur dan kelembapan udara. Hasil perhitungan menggunakan metode CLTD menunjukkan bahwa total kebutuhan beban pendinginan ruang office PPIC sebesar 69.106,76 BTU/h atau setara dengan 8,13 PK. Beban pendinginan didominasi oleh beban internal dengan kontribusi 60,63%, di mana beban peralatan dan ventilasi menjadi penyumbang terbesar. Nilai sensible heat ratio (SHR) sebesar 0,91 menunjukkan dominasi beban panas sensibel yang merupakan karakteristik umum ruang perkantoran dengan intensitas peralatan tinggi. Sementara itu, metode ROT menghasilkan kebutuhan pendinginan yang lebih rendah, yaitu pada rentang 22.699–32.787 BTU/h atau setara dengan 3–4 PK. Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa metode CLTD lebih mampu merepresentasikan kondisi aktual ruangan karena mempertimbangkan seluruh komponen beban panas secara rinci. Dengan demikian, metode CLTD lebih direkomendasikan sebagai acuan utama dalam perencanaan kapasitas sistem pendingin udara pada ruang office PPIC.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Ir. Muhammad Firdausi, M.T. 2. Edo Widi Virgian, ST., MT. |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T201 Patents. Trademarks T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Fakultas Sains Teknolgi Terapan (FSTT) > Teknik Mesin S1 |
| Depositing User: | Novian putrasaka nugraha |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 01:59 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 02:04 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/1034 |
