Syifa Rahmah Maulida, . (2024) POLA PERESEPAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN PENYAKIT KULIT DI KLINIK DT BSD TAHUN 2018-2023. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.
COVER.pdf
Download (37kB)
ORISINALITAS.pdf
Download (190kB)
ABSTRAK.pdf
Download (11kB)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (180kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (431kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (98kB)
FULL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Penyakit kulit merupakan kelainan kulit yang disebabkan oleh jamur, kuman,
parasit, virus maupun infeksi yang dapat menyerang siapa saja. Penyakit kulit dapat
menyerang seluruh atau bagian tubuh tertentu dan dapat membahayakan kondisi
kesehatan penderitanya bila tidak ditangani dengan serius. Terapi yang paling
umum digunakan pada infeksi bakteri adalah antibiotik. Antibiotik merupakan obat
untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik yang tidak
digunakan dengan hati-hati dapat menyebabkan resistensi. Dengan
mempertimbangkan dampak muncul dan menyebarnya bakteri resisten,
penggunaan antibiotik harus dilakukan dengan bijak. Kejadian resistensi akan
meningkat karena peresepan antibiotik di Indonesia yang tinggi dan tidak rasional.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat antibiotik
pada pasien penyakit kulit di Klinik dt tahun 2018-2023. Pengumpulan data
dilakukan secara retrospektif. Sampel resep dan rekam medis yang digunakan yaitu
sebanyak 349. Hasil penelitian berdasarkan usia diperoleh persentase terbanyak
rentang 26-35 tahun 24,07%, berdasarkan jenis kelamin diperoleh persentase
terbanyak perempuan 59,31% dan laki-laki 40,69%, antibiotik terbanyak adalah
Mupirocin oint & cream sebanyak 53 resep (15,19%), Gentamicin oint & cream 34
resep (9,74%), Racikan Asam fusidat + Kortikosteroid 22 resep (6,31%), kombinasi
Mupirocin oint + Cefadroxil kapsul sebanyak 21 resep (6,01%), dan kombinasi
Mupirocin oint + Clindamycin kapsul sebanyak 17 resep (4,88%). Bentuk sediaan
antibiotik paling banyak yaitu topikal sebanyak 172 Resep (49,28%). Diagnosis
terbanyak adalah Acne Vulgaris Papul 13,18%, Scabies 11,46%, Dermatitis Atopik
8,88%, Furunkel 7,74% dan Impetigo 6,88%. Infeksi terbanyak adalah Infeksi
bakteri sekunder 74,78%, dan Infeksi bakteri primer 25,22%.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1.Saiful Bahri, M.Si 2.Apt. Jenny Pontoan, M. Farm |
| Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi |
| Depositing User: | perpusistn3 |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 07:24 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 07:24 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/1077 |
