Jawoto Tri Prabowo, . (2026) TINJAUAN SISTEM HYBRID PLTD-PLTS DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS PADA PEMBANGKIT LISTRIK DI LOMBOK. Magister thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.
CVR.pdf
Download (78kB)
ORI.pdf
Download (407kB)
ABSTRAK.pdf
Download (850kB)
BAB 1.pdf
Download (3MB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (15MB)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Tesis Jawoto Tri Prabowo 23520006.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
Abstract
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) masih menjadi tulang punggung penyediaan energi listrik di wilayah kepulauan dan sistem terisolasi di Indonesia, namun memiliki kelemahan utama berupa konsumsi bahan bakar yang tinggi, biaya operasi besar, serta emisi gas rumah kaca yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja teknis, ekonomi, keandalan, dampak lingkungan serta kontribusi kebijakan dedieselisasi dari pengembangan sistem PLTD hibrida berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS).Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis simulasi dengan perangkat lunak HOMER, dengan membandingkan tiga skenario sistem, yaitu PLTD murni, PLTD–PLTS, dan PLTD–PLTS–BESS. Analisis dilakukan terhadap kinerja energi, konsumsi bahan bakar dan Specific Fuel Consumption (SFC), parameter ekonomi (Net Present Cost, Operating Cost, Levelized Cost of Energy, dan Payback Periode), keandalan sistem (excess electricity, unmet load, dan capacity shortage), serta emisi karbon dioksida (CO₂). Hasil simulasi operasi tahunan menunjukkan bahwa integrasi PLTS 1 MWp dan BESS 1 MWh pada PLTD 6 MW mampu meningkatkan kinerja sistem secara signifikan. Sistem PLTD–PLTS–BESS menghasilkan penurunan SFC sebesar 4,70%, serta penurunan emisi CO₂ sebesar 4,41% dibandingkan PLTD murni dalam perhitungan satu tahun operasi. Dari sisi ekonomi, nilai Net Present Cost (NPC) menurun sebesar 3,31% selama 20 tahun umur proyek, Operating Cost tahunan turun 4,78%, dan LCOE menurun sebesar 3,58% menjadi 0,2234 USD/kWh, dengan Payback Period sebesar 2,91 tahun. Selain itu, keandalan sistem meningkat dengan penurunan unmet load dan capacity shortage secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem PLTD–PLTS–BESS merupakan konfigurasi yang paling optimal dan berkelanjutan untuk sistem kelistrikan berbasis PLTD di wilayah kepulauan Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Magister) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Dr. Dipl.Ing Hj. LIlly S. Wasitova M.Pm, M.Ai 2. Dr. Ir. H. Abdul Multi, M.T |
| Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Sains Teknolgi Terapan (FSTT) > Teknik Elektro S2 |
| Depositing User: | perpusistn3 |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 02:12 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 02:12 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/1100 |
