DENI SETIYOWATI, . (2024) UJI ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) AKSESI PURBALINGGA PADA TIKUS JANTAN Sprague-Dawley. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.
COVER DENI SETIYOWATI.pdf
Download (522kB)
ORISINALITAS DENI SETIYOWATI.pdf
Download (696kB)
ABSTRAK DENI SETIYOWATI.pdf
Download (608kB)
BAB 1 DENI SETIYOWATI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB 2 SETIYOWATI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (11MB)
BAB 5 DENI SETIYOWATI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (351kB)
full file skripsi DENI SETIYOWATI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (38MB)
Abstract
Tanaman kencur telah digunakan secara empiris oleh Masyarakat untuk menyembuhkan penyakit. Kandungan metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin dan triterpenoid dalam rimpang kencur di duga memiliki efek antiinflamasi. Penelitian ini untuk menguji efek antiinflamasi ekstrak etanol rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) aksesi Purbalingga pada tikus Jantan Sprague Dawley yang diinduksi karagenan 1%, serta mengetahui dosis ekstrak yang paling efektif terhadap penurunan volume udem kaki tikus. Pengujian ini dilakukan dengan metode pembentukan radang buatan dibawah telapak kaki kiri tikus Sprague Dawley. Pengamatan aktivitas antiinflamasi dilakukan selama enam jam. Volume udem kaki tikus diukur menggunakan plestimometer. Perlakuan dilakukan terhadap lima kelompok yaitu kelompok uji diberi ekstrak etanol rimpang kencur 100mg/KgBB,150 mg/KgBB dan 200mg/KgBB, kelompok kontrol negatif diberi CMC-Na 1%, dan kelompok positif diberi celecoxib 1,8mg/KgBB. Hasil pengujian aktivitas antiinflamasi menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kencur dari Purbalingga dapat menginhibisi inflamasi sebesar 24,74% pada dosis 100 mg/KgBB; 70,74% pada dosis 150mg/KgBB dan 99,31% pada dosis 200 mg/KgBB. Ekstrak etanol rimpang kencur memiliki aktivitas antiinflamasi yang tergolong sangat kuat, sementara aktivitas antiinflamasinya terutama ditunjukkan pada konsentrasi ekstrak 200 mg/KgBB, memiliki nilai persen inhibisi yang paling tinggi. Kemudian dilanjutkan uji statistik menunjukan bahwa ekstrak dosis 100mg/KgBB, 150mg/KgBB, 200mg/KgBB memiliki perbedaan efek antiinflamasi terdapat penurunan udem kaki tikus dengan nilai signifikansi p<0,05.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1.apt. Teodhora, M.Farm 2.Dr. apt. Subaryanti, M.Si |
| Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi |
| Depositing User: | perpusistn5 |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 08:13 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 08:13 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/1174 |
