ANALISIS PERENCANAAN OBAT TERAPI 3HP (FDC ISONIAZID-RIFAPENTINE 300/300 MG) UNTUK PROGRAM TUBERKULOSIS DI GUDANG FARMASI DINAS KESEHATAN PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2024

Sri Yuliati, . (2025) ANALISIS PERENCANAAN OBAT TERAPI 3HP (FDC ISONIAZID-RIFAPENTINE 300/300 MG) UNTUK PROGRAM TUBERKULOSIS DI GUDANG FARMASI DINAS KESEHATAN PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2024. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.

[thumbnail of CVR.pdf] Text
CVR.pdf

Download (186kB)
[thumbnail of ORI.pdf] Text
ORI.pdf

Download (20kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (322kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (942kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (293kB)
[thumbnail of FULLFILE.pdf] Text
FULLFILE.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Provinsi DKI Jakarta yang pada tahun 2023 mencatat 60.420 kasus baru dengan insidensi 535 per 100.000 penduduk. Salah satu upaya pengendalian TBC adalah melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) menggunakan regimen 3HP (FDC Isoniazid-Rifapentine 300/300 mg). Namun, capaian program TPT di DKI Jakarta pada tahun 2024 hanya sebesar 26% dari target, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara perencanaan kebutuhan obat dan realisasi pelaksanaan program. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan obat terapi 3HP di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, menilai ketepatan perencanaan, serta mengidentifikasi faktor penyebab penyimpangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa template forecasting Kementerian Kesehatan, laporan rekonsiliasi obat, kartu stok, serta aplikasi SITB. Analisis dilakukan terhadap data perencanaan obat dari enam Suku Dinas Kesehatan di wilayah DKI Jakarta dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan telah sesuai pedoman, meliputi tahap persiapan, analisis data dan perhitungan, serta penyampaian rencana kebutuhan obat. Namun, tingkat ketepatan bervariasi. Tiga dari enam wilayah berada di luar standar 50–150%, yaitu Jakarta Utara (155,76%), Jakarta Barat (19,84%), dan Kepulauan Seribu (294,25%). Ketidaktepatan ini dipengaruhi oleh ketidakakuratan data sasaran, perubahan kebijakan program, dan koordinasi yang kurang optimal. Analisis penyimpangan menunjukkan nilai terbesar di Kepulauan Seribu (-104,34%) dan Jakarta Barat (94,47%), yang menandakan proyeksi kebutuhan tidak proporsional. Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat penyimpangan relatif kecil (-7,04%). Kesimpulannya, akurasi perencanaan di tingkat provinsi secara operasional masih memerlukan perbaikan meskipun secara ketersediaan masih bisa berjalan. Peningkatan koordinasi dan akurasi data sangat krusial untuk menjamin ketersediaan obat dan mendukung pencapaian target eliminasi TBC tahun 2030.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1. apt. Erna Susanti, M.Farm 2. apt. Ritha Widyapratiwi, S.Si, MARS
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi
Depositing User: perpusistn4
Date Deposited: 30 Apr 2026 04:52
Last Modified: 30 Apr 2026 04:52
URI: http://repo.istn.ac.id/id/eprint/1261

Actions (login required)

View Item
View Item