UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt.) TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes SECARA IN SILICO DAN IN VITRO

Herlisa Agustin Katiandagho, . (2026) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt.) TERHADAP BAKTERI Cutibacterium acnes SECARA IN SILICO DAN IN VITRO. Sarjana thesis, Institut Sains Teknologi Nasional (ISTN).

[thumbnail of Herlisa Agustin K_23330714_Cover.pdf] Text
Herlisa Agustin K_23330714_Cover.pdf

Download (308kB)
[thumbnail of Herlisa Agustin K_23330714_Orisinal_Non plagiat_Lembar pengesahan.pdf] Text
Herlisa Agustin K_23330714_Orisinal_Non plagiat_Lembar pengesahan.pdf

Download (244kB)
[thumbnail of Herlisa Agustin K_23330714_Abstrak.pdf] Text
Herlisa Agustin K_23330714_Abstrak.pdf

Download (155kB)
[thumbnail of Herlisa Agustin K_23330714_BAB 1.pdf] Text
Herlisa Agustin K_23330714_BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB)
[thumbnail of Herlisa Agustin K_23330714_BAB 2.pdf] Text
Herlisa Agustin K_23330714_BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (783kB)
[thumbnail of Herlisa Agustin K_23330714_BAB 5.pdf] Text
Herlisa Agustin K_23330714_BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (227kB)
[thumbnail of Herlisa Agustin K_23330714_Skripsi lengkap.pdf] Text
Herlisa Agustin K_23330714_Skripsi lengkap.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Jerawat ialah peradangan folikel pilosebasea akibat proliferasi Cutibacterium acnes dan menjadi penyakit kulit dengan prevalensi tinggi di Indonesia, yaitu 85% pada remaja dan 10% pada dewasa. Klindamisin sebagai antibiotik yang sering digunakan untuk jerawat dapat menimbulkan efek samping dan resistensi, sehingga diperlukan terapi alternatif dari bahan alam. Biji pala (Myristica fragrans Houtt.) mengandung senyawa lignan, fenilpropanoid, terpenoid, dan flavonoid yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa dalam ekstrak etanol biji pala yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap C. acnes secara in silico, serta menentukan kemampuan ekstrak dalam menghambat pertumbuhan bakteri secara in vitro. Uji in silico dilakukan melaui penambatan molekuler pada enzim target C. acnes (KAS III, exo-β-1,4-mannosidase, lipase) dan prediksi ADMET menggunakan software PyRx, pkCSM dan Protox 3.0. Uji in vitro menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi ekstrak 25%, 50%, dan 75%. Hasil in silico menunjukkan 4 senyawa aktif dari biji pala diduga memiliki afinitas terbaik terhadap enzim target C. acnes, yaitu licarin A, myristicin, rhaphidecursinol B, dan dehidrodieugenol, dengan profil absorpsi baik, dimetabolisme oleh hati, distribusi rendah, ekskresi lambat, dan toksisitas relatif aman hingga aman. Hasil in vitro menunjukkan zona hambat kategori kuat dengan diameter 11,10 mm, 14,36 mm dan 16,59 mm. Uji in silico dan in vitro menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji pala memiliki aktivitas antibakteri terhadap C. acnes, dengan licarin A diduga ialah senyawa paling aktif dan berpotensi dikembangkan sebagai kandidat sediaan anti jerawat. Kedua pendekatan tersebut saling melengkapi dan menjadi dasar ilmiah awal untuk memberikan gambaran mengenai potensi antibakteri ekstrak etanol biji pala.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1.Dr. apt. Tiah Rachmatiah, M.Si 2. Ika Maruya Kusuma, SP, M.Si
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: . Herlisa Agustin Katiandagho
Date Deposited: 09 Mar 2026 04:01
Last Modified: 09 Mar 2026 04:01
URI: http://repo.istn.ac.id/id/eprint/602

Actions (login required)

View Item
View Item