Rizki Rohimah, . (2026) PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TANAMAN PUCUK MERAH (Syzygium Myrtifolium Walp.) DARI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH DENGAN METODE FRAP DAN ABTS. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).
Cover (1).pdf
Download (339kB)
Rizjki Rohimah_22330760-4-6.pdf
Download (867kB)
Abstrak (1).pdf
Download (310kB)
Bab 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (282kB) | Request a copy
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (414kB) | Request a copy
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (238kB) | Request a copy
Rizjki Rohimah_22330760.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB) | Request a copy
Abstract
Stres oksidatif berperan dalam patogenesis berbagai penyakit degeneratif sehingga
mendorong peningkatan penelitian terhadap sumber antioksidan alami dari
tanaman. Syzygium myrtifolium Walp. (pucuk merah) diketahui mengandung
metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan, yang aktivitasnya dapat
dipengaruhi oleh faktor intrinsik seperti warna daun serta faktor lingkungan seperti
ketinggian tempat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas
antioksidan ekstrak daun merah dan daun hijau tanaman pucuk merah yang berasal
dari dataran tinggi (1275 mdpl) dan dataran rendah (3 mdpl) menggunakan metode
Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP) dan ABTS. Ekstraksi dilakukan
dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Aktivitas antioksidan pada
metode FRAP dinyatakan sebagai Trolox Equivalent (µmol TE/g), sedangkan
metode ABTS dinyatakan sebagai nilai IC₅₀ (ppm). Hasil FRAP menunjukkan
bahwa daun merah memiliki kapasitas reduksi yang lebih tinggi dibandingkan daun
hijau pada kedua lokasi, dengan nilai tertinggi ditemukan pada daun merah dataran
tinggi. Pada metode ABTS, seluruh ekstrak tergolong memiliki aktivitas
antioksidan kuat (IC₅₀ 60–75 ppm), dengan variasi kecil antar warna daun dan
lokasi tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna daun merupakan faktor
yang lebih dominan dalam memengaruhi kapasitas antioksidan, sedangkan
pengaruh ketinggian tempat tumbuh bergantung pada mekanisme reaksi yang
diukur. Perbedaan pola hasil antara metode FRAP dan ABTS menegaskan
pentingnya penggunaan lebih dari satu metode untuk memperoleh evaluasi yang
lebih komprehensif terhadap potensi antioksidan tanaman pucuk merah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | Dr. Vilya Syafriana, M.Si apt. Erwi Putri Setyaningsih, M.Si |
| Subjects: | Q Science > QK Botany R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi |
| Depositing User: | . Rizki Rohimah |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 06:25 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 06:25 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/638 |
