CITRA LESTARI, . (2018) ANALISIS EFEKTIVITAS TERAPI HEMODIALISIS (HD) dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) RAWAT JALAN BERDASARKAN PERMENKES NO 52 TAHUN 2016 PADA PROGRAM JKN PERIODE NOVEMBER 2017 - JANUARI 2018 DI RSPAD GATOT SOEBROTO. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.
COVER _CITRA LESTARI.pdf
Download (358kB)
ORISINALITAS CITRA LESTARI.pdf
Download (282kB)
ABSTRAK _CITRA LESTARI.pdf
Download (629kB)
BAB1 CITRA LESTARI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
BABV 2 _CITRA LESTARI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (20MB)
BAB 5 CITRA LESTARI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (713kB)
full file skripsi _CITRA LESTARI .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (51MB)
Abstract
Gagal ginjal kronik di seluruh dunia dan di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat dan menyerap sebagian besar dana pemerintah. Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang tidak menular tetapi dapat menimbulkan kematian dan dibutuhkan biaya yang besar untuk mempertahankan hidup pasien melalui hemodialisis dan Countinous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Dalam data National Health Account (WHO 2016), Indonesia menghabiskan Rp 378 Triliun biaya kesehatan tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya antara terapi CAPD dan HD dan kesesuaiannya dengan Permenkes RI No. 52 tahun 2016 pasien rawat jalan di RSPAD Gatot Soebroto. Penelitian ini merupakan penelitian observational dengan jenis analitik yaitu penerapan analisis efektivitas biaya sehingga didapatkan biaya satuan unit HD dan CAPD. Bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta periode November 2017- Januari 2018. Pasien GGK yang menjalani terapi HD dan CAPD di RSPAD gatot Soebroto menunjukan 58% lebih banyak laki-laki dan 42% perempuan dengan masing-masing sampel 24 pasein. Rata-rata usia pada terapi HD (52 tahun) dan CAPD (47 tahun). Hasil rata-rata GFR stadium V pada terapi HD sebanyak 77,7 ml/min/1.73 m² dan terapi CAPD 7,33 ml/min/1.73 m². Selama periode 3 bulan total biaya rata-rata HD Rp. 783,588,521 per pasien Rp 32,649,520 dengan selisih Rp 92,956,396 lebih besar yang dikeluarkan rumah sakit daripada yang dibayarkan oleh BPJS. Sedangkan total biaya rata-rata CAPD Rp 527,744,370 dengan biaya per pasien sebesar Rp 21,989,348 dengan selisih biaya sebesar Rp 16,145,630 lebih besar yang dikeluarkan oleh BPJS. Dari hasil perhitungan ACER dan ICER didapatkan bahwa terapi CAPD lebih cost-effective dibandingkan terapi hemodialisis dengan hasil ICER Rp 1,230,019.956.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Dr. Lili Musnelina, M.Si..Apt. 2. Kolonel Ckm. Drs. Del Ferdinal Apt., MAP. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi |
| Depositing User: | perpusistn5 |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 06:34 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 06:34 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/678 |
