Ibnu Nurul Salam, . (2017) ANALISIS PLANT HEAT RATE PLTU SEBELUM PERBAIKAN BERKALA TERHADAP KONDISI KOMISIONING DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.
CVR.pdf
Download (255kB)
ORI.pdf
Download (283kB)
ABSTRAK.pdf
Download (792kB)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (12MB)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (596kB)
FULLFILE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (33MB)
Abstract
Pusat Listrik TenagaUap (PLTU) merupakan pembangkit listrik yang menggunakan batubara sebagai bahanbakar untuk memanaskan air menjadi uap panas lanjut (superheated steam). Salah satu tolak ukur efisien atau tidaknya suatu pembangkit dapat terlihat dari nilai plant heat rate. Plant heat rate adalah besarnya energi yang dibutuhkan untuk membangkitkan satu kWh electricity. Semakin kecil nilai plant heat rate semakin efisien unit pembangkit tersebut. Padaumumnya nilai plant heat rate mengalami kenaikan dibandingkan dengan kondisi komisioning setelah unit pembangkit dioperasikan secara terus menerus. Metode yang digunakan pada perhitungan plant heat yaitu metode energy balance. Metode energy balance merupakan perhitungan plant heat rate yang mengidentifikasi sejumlah losses yang terjadi pada unit pembangkit. Perhitungan metode energy balance yang digunakan berdasarkan standar American Society of Mechanichal Engineers Performance Test Code (ASME PTC). Nilai plant heat rate sangat dipengaruhi oleh besarnya nilai turbine heat rate dan efisiensi boiler dari unit pembangkit. Turbine heat rate merupakan energi yang dibutuhkan turbin yang diperoleh dari proses transfer panas untuk menghasilkan satu kWh electricity, sedangkan efisiensi boiler merupakan indicator dari performance boiler suatu unit pembangkit dengan membandingkan antara output dan input. Setelah dilakukan perhitungan plant heat rate pada kondisi aktual, nilai plant heat rate mengalami kenaikan dibandingkan komisioning setelah satutahun beroperasi. Kenaikan ini disebabkan bertambahnya losses yang mengakibatkan penurunan performance pada komponen utama unit, yaitu :turbin, boiler, air heater dan kondensor. Dengan demikian diperlukan langkah-langkah perbaikan pada saat perbaikan berkala sehingga performance pembangkit dapat kembali optimal seperti kondisi saat komisioning test.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Ir. Mohamad Faisal H,MT |
| Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Sains Teknolgi Terapan (FSTT) > Teknik Mesin S1 |
| Depositing User: | perpusistn3 |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 07:27 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 07:27 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/686 |
