IMPLEMENTASI LAYANAN JARINGAN FTTX DARI STO MENGGUNAKAN MULTI SERVICE ACCESS NODE (MSAN)

NOOR DITTA DWI PAULINA, . (2015) IMPLEMENTASI LAYANAN JARINGAN FTTX DARI STO MENGGUNAKAN MULTI SERVICE ACCESS NODE (MSAN). Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.

[thumbnail of COVER _Noor Ditta Dwi Paulina.pdf] Text
COVER _Noor Ditta Dwi Paulina.pdf

Download (314kB)
[thumbnail of ORISINALITAS Noor Ditta Dwi Paulina.pdf] Text
ORISINALITAS Noor Ditta Dwi Paulina.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK Noor Ditta Dwi Paulina.pdf] Text
ABSTRAK Noor Ditta Dwi Paulina.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1 Noor Ditta Dwi Paulina.pdf] Text
BAB 1 Noor Ditta Dwi Paulina.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 2 Noor Ditta Dwi Paulina.pdf] Text
BAB 2 Noor Ditta Dwi Paulina.pdf
Restricted to Registered users only

Download (18MB)
[thumbnail of BAB 5 _Noor Ditta Dwi Paulina.pdf] Text
BAB 5 _Noor Ditta Dwi Paulina.pdf
Restricted to Registered users only

Download (415kB)
[thumbnail of Full File Skripsi_Noor Ditta Dwi Paulina.pdf] Text
Full File Skripsi_Noor Ditta Dwi Paulina.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (47MB)

Abstract

Awal mula jaringan transmisi data mendistribusikan layanan menggunakan media perantara berupa jaringan lokal kabel tembaga (jarlokat). Karena jaringan lokal kabel tembaga terdapat banyak kekurangan dan cakupannya terbatas, sementara kebutuhan pelanggan terhadap layanan mengalami peningkatan dan bandwidth kabel tembaga tidak mampu menyalurkannya. Karena faktor permintaan konsumen yang semakin meningkat maka perlu dilakukan perubahan dari jaringan akses kabel tembaga ke serat jaringan lokal akses fiber menggunakan teknologi MSAN (Multi Service Acces Network ). Dengan serat optik mampu menyalurkan bandwidth hingga 100 Mbps dengan teknologi berbasis multi-service access node (MSAN) dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu dilakukan modernisasi jaringan akses tembaga dengan fiber optik. Setelah modernisasi jaringan akses tembaga menjadi fiber optik, fiber optik dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kualitas layanan meningkat.Setelah dimodernisasi bandwidth nya lebih besar dan kecepatannya tinggi dari 4 Mbps menjadi 100 Mbps. Perubahan ini dilakukan bertahap, pertama dilakukan perubahan dari sentral telepon otomat (STO) ke sebuah perangkat Multi Service Access Node (MSAN) dengan proses migrasi dari RK (Rumah Kabel) ke MSAN (Multi Service Access Node). Hal tersebut yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan layanan triple play. Layanan triple play merupakan layanan dimana satu kabel (tembaga atau serat optik) yang mencatu ke Homegateway (HGW) dapat mengirimkan data berupa suara, paket data (internet) dan multimedia (Intermet Protocol Television). Dengan serat optik biaya lebih murah daripada kabel tembaga dan kapasitas serat optik juga besar. Kemudian sistem menjadi lebih sederhana, penempatan kabel optik lebih kecil akan kelihatan lebih mudah dan lebih rapi, tidak membutuhkan dimensi dan lahan yang luas.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1. DR.Ir.Syamsul El Yumin.MSc
Subjects: L Education > L Education (General)
T Technology > T Technology (General)
Divisions: Fakultas Sains Teknolgi Terapan (FSTT) > Teknik Elektro S1
Depositing User: perpusistn5
Date Deposited: 13 Mar 2026 03:45
Last Modified: 13 Mar 2026 03:45
URI: http://repo.istn.ac.id/id/eprint/695

Actions (login required)

View Item
View Item