CHRISTIN NAOMI MARTINA, . (2018) GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GERIATRI YANG MENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP FATMAWATI PERIODE JANUARI-DESEMBER 2017. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.
cvr.pdf
Download (376kB)
ORI.pdf
Download (370kB)
ABSTRAK.pdf
Download (651kB)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (11MB)
BAB 5.pdf
Download (987kB)
FULLFILE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (52MB)
Abstract
Sejumlah penyakit yang diderita pasien geriatri dalam waktu bersamaan membuat dokter memberikan pengobatan yang beragam untuk menyembuhkan setiap jenis penyakit tersebut. Jumlah banyak obat yang diberikan pun dapat menimbulkan potensi interaksi obat. Interaksi obat dapat memberikan perubahan pada aktivitas obat, baik meningkatkan efek toksik maupun menurunkan efek obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi yang terjadi pada pengobatan pasien geriatri yang menderita diabetes melitus tipe II di Instalasi Rawat Inap RSUP Fatmawati periode Januari-Desember 2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari 90 sampel yang memenuhi kriteria inklusi, diperoleh 84 pasien (93.33%) berpotensi mengalami interaksi obat. Berdasarkan karakteristik dari jenis kelamin yang terbanyak diperoleh sebanyak 51 pasien wanita (56.7%) dan dari kategori lanjut usia tua (60-74tahun) sebanyak 68 pasien (75.6%). Didapatkan hasil penyakit penyerta teringgi yaitu penyakit hipertensi sebesar 25.56%. Penggunaan obat pada 90 pasien geriatri DM tipe II yang paling banyak diresepkan adalah obat omeprazole sebanyak 46 obat (51.11%), diikuti dengan amlodipin sebanyak 31 obat (34.44%) dan novorapid (insulin aspart) sebanyak 28 obat (31.11%). Dari interaksi obat dengan obat, jenis mekanisme interaksi obat yang paling banyak terjadi dalam penelitian ini adalah interaksi farmakodinamik sebanyak 369 (44.14). Interaksi obat yang terbanyak ditemukan pada penggunaan kalsium karbonat dan amlodipin sebanyak 13 kasus (14.44%) dari total 90 sampel. Terakhir, tingkat signifikasi interaksi obat terbanyak yaitu moderat/sedang yaitu 594 (71.05%).
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Drs. Tahema Siregar, M.Si.,Apt. 2. Dra. Alfina Rianti, M.Pharm., Apt |
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi |
| Depositing User: | perpusistn3 |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 04:30 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 04:30 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/700 |
