HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT X BENGKULU PERIODE JULI – DESEMBER 2025

Sefaty Fholensi, . (2026) HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT X BENGKULU PERIODE JULI – DESEMBER 2025. Sarjana thesis, Institut sains dan teknologi nasional.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of orsinalitas.pdf] Text
orsinalitas.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of bab 2.pdf] Text
bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10MB)
[thumbnail of bab 5.pdf] Text
bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (735kB)
[thumbnail of full file skripsi_SEFATY FHOLENSI.pdf] Text
full file skripsi_SEFATY FHOLENSI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (39MB)

Abstract

Hipertensi Hipertensi merupakan kondisi kronis dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg yang sering disebut silent disease karena jarang menimbulkan gejala. Ketidakpatuhan minum obat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien hipertensi serta hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan tekanan darah di Rumah Sakit X Bengkulu periode Juli–Desember 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan longitudinal retrospektif, melibatkan populasi 215 pasien hipertensi dan sampel sebanyak 147 responden yang ditentukan dengan rumus Slovin. Data kepatuhan minum obat dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), sedangkan data tekanan darah diperoleh dari rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori usia 45–59 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan rendah, sebagian besar bekerja, dan menggunakan terapi kombinasi dua hingga tiga obat antihipertensi. Tingkat kepatuhan minum obat mayoritas rendah (44,9%), sedangkan tekanan darah tidak terkontrol ditemukan pada 80,3% responden. Analisis hubungan menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan p value = 0,000 ≤ 0,05, namun secara deskriptif tidak terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah. Penelitian ini menekankan pentingnya upaya peningkatan kepatuhan minum obat, edukasi pasien, serta pemantauan rutin untuk mencapai tekanan darah yang optimal pada pasien hipertensi.
Kata kunci: Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Rumah Sakit, Tekanan Darah,

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1. apt.Ritha Widyapratiwi,S.Si.,MARS 2. apt.Ainun wulandari,S.Farm.,M.S.c
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi
Depositing User: Sefaty Fholensi
Date Deposited: 30 Mar 2026 08:20
Last Modified: 30 Mar 2026 08:20
URI: http://repo.istn.ac.id/id/eprint/741

Actions (login required)

View Item
View Item