ANGGI RESTU ARAFI, . (2014) PENGUJIAN EFEKTIFITAS KLOROKUIN PADA BAHAN VAKSIN MALARIA STADIUM ERITROSITIK IRADIASI DALAM MENGHAMBAT Plasmodium falciparum SECARA In Vitro. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.
COVER Anggi Restu Arafi.pdf
Download (248kB)
ORISINALITAS BAnggi Restu Arafi.pdf
Download (393kB)
ABSTRAK Anggi Restu Arafi.pdf
Download (505kB)
BAB 1 Anggi Restu Arafi.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB 2 Anggi Restu Arafi.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
BAB 5 Anggi Restu Arafi.pdf
Restricted to Registered users only
Download (260kB)
Full File Skripsi_Anggi Restu Arafi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (25MB)
Abstract
Malaria merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa
obligat intraseluler (hemaprotozoa) dari genus Plasmodium yang dapat
menyebabkan kematian. Plasmodium penyebab malaria yaitu Plasmodium vivax,
Plasmodium ovale, Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae. Pengobatan
yang dilakukan pada penderita malaria dengan menggunakan klorokuin telah
menjadi obat pilihan untuk pengobatan dan kemoprofilaksis malaria. Klorokuin
dengan cepat mengakhiri demam (dalam 24 - 48 jam) dan membersihkan
parasitemia (48 - 72 jam) yang disebabkan oleh parasit yang sensitif. Namun
dengan menggunakan pengobatan tunggal senyawa sintetik klorokuin telah
menimbulkan resistensi Plasmodium sp terhadap obat anti malaria. Maka dari itu
telah dilakukan penelitian mengenai pengujian efektifitas klorokuin pada bahan
vaksin malaria stadium eritrositik iradiasi dalam menghambat Plasmodium
falciparum secara in vitro. Dengan mengetahui efektifitas klorokuin pada bahan
vaksin malaria yang mampu melemahkan P.falciparum diharapkan menambah
data untuk pengembangan vaksin malaria. Bahan uji yang digunakan berupa darah
manusia yang mengandung P.falciparum strain 3D7 yang diperoleh dari
laboratorium Biologi Molekuler, Biomedika PTKMR - BATAN. Pertama
dilakukan pengkulturan P.falciparum ditumbuhkan dalam medium lengkap RPHS
dan pertumbuhan parasit dipantau setiap hari dengan membuat apusan tipis pada
gelas objek, kemudian di fiksasi dengan methanol, diwarnai dengan giemsa dan
diamati pertumbuhanya mencapai sekitar 5% kemudian dilakukan iradiasi sinar
Gamma dengan dosis 175 Gy, setelah itu dilakukan pengujian variasi dosis
klorokuin, pertumbuhan parasit dipantau selama 7 hari kemudian diamati
parasitemianya dan. dibandingkan dengan persentase parasitemia sebelum
perlakuan. Dari penelitian yang telah dilakukan terhadap P.falciparum dengan
klorokuin pada bahan vaksin malaria iradiasi 175 Gy lebih efektif menghambat
parasit sebesar 50.67% pada pengenceran 10-5 (0,016µg/ml). Dapat ditunjukan
dengan ditandainya tidak ada parasitemia pada hari ke 4. Dengan demikian teknik
ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan obat anti malaria.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1.ra. Subaryanti, NAy M.Si.,Apt 2.Dra. Darlina |
| Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi |
| Depositing User: | perpusistn3 |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 07:42 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 07:42 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/980 |
