FAZRIANSYAH, . (2013) EKSPRESI PROTEIN m-TOR DAN BAX PADA KANKER SERVIKS YANG AKAN DITANGANI DENGAN RADIOTERAPI DI RSUP CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA DAN RSUP HASAN SADIKIN BANDUNG. Sarjana thesis, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL.
cover_Fazriansyah.pdf
Download (263kB)
orsinalitas_Fazriansyah.pdf
Download (184kB)
abstrak_Fazriansyah.pdf
Download (700kB)
bab 1 Fazriansyah.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
bab 2 Fazriansyah.pdf
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
bab 5_Fazriansyah.pdf
Restricted to Registered users only
Download (244kB)
Full File Skripsi_Fazriansyah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (25MB)
Abstract
Kanker serviks merupakan penyakit keganasan yang umum dijumpai pada wanita. Kanker serviks yang sudah masuk kedalam stadium lanjut sering menyebabkan kematian dalam jangka waktu relatif cepat. Saat ini digunakan berbagai substansi
yang dapat mengukur dan menilai kanker serviks, salah satunya yaitu dengan penandaan ekspresi biomarker yang terdapat pada jaringan kanker serviks. m-TOR adalah protein kinase yang aktif pada sel kanker. m-TOR didalam sel terkativasi akibat hilangnya gen supresor tumor dan ekspresi m-TOR dikaitkan erat dengan karsinogenesis. Protein Bax adalah marker proliferasi yang dapat diamati pada siklus sel aktif dan tidak dapat diamati pada saat sel istirahat, ekspresi protein Bax dapat memicu terjadinya kematian sel secara apoptosis. Radioterapi atau kemoradioterapi merupakan salah satu terapi pada kanker serviks
kanker
khususnya
merupakan
pada stadium lanjut. Mekanisme yang mengatur radiosensitifitas sel
hidup penderita langkah penting dipelajari untuk memperbaiki daya tahan
merupakan bagian
kanker serviks setelah menerima radioterapi. Survival rate yang
oleh tingkat
dari prognosis pasien kanker serviks yang dapat ditentukan
kemoradioterapi.respon
Tujuan
sel kanker terhadap pemberian radioterapi atau
ekspresi m-TOR
penelitian ini adalah untuk mempelajari asosiasi antara
Penelitian ini dilakukan
dengan ekspresi Bax dengan respon radioterapi kanker serviks. dengan teknik pewarnaan imunohistokimia metode single staining menggunakan dengan
protein Bax pada 21
biomarker protein m-TOR dan biomarker sampel biopsi jaringan sel kanker serviks stadium lanjut lokal sebelum mendapat pengobatan, dan data respon didapat dari bagian pelvic control yang dikelompokkan berdasarkan respon akhir kemoradioterapi (respon baik, respon parsial). Hasil statistik pada penelitian ini menggunakan uji McNemar pada penelitian antara ekspresi m-TOR dengan ekspresi Bax dengan P.Value =
0,32 > 0,05 angka ini menunjukkan bahwa ekspresi m-TOR dan ekspresi Bax pada sel kanker serviks nilai ini menunujukan bahwa keduanya tidak berasosiasi (independent). Sedangkan ekspresi m-TOR dengan respon radioterapi dengan P.Value = 0,32 > (0,05) memperlihatkan tidak adanya asosiasi antara ekspresi mTOR dengan respon terhadap radioterapi. Sedangkan Dengan nilai data statistik antara Bax dengan respon radioterapi, kesimpulannya belum menemukan asosiasi yang pasti antara ekspresi Bax dengan respon radioterapi P.Value = 0,34 > 0,05.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | Dra. Refdanita, M.Si., Apt Dr. Iin Kurnia, M.Biomed |
| Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi |
| Depositing User: | perpusistn4 |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 08:27 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 08:27 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/989 |
