UJI AKTIVITAS ANTELMINTIK EKSTRAK ETANOL TEMU RIMPANG GIRING (Curcuma heyneana Val. & Zijp.) TERHADAP CACING Ascaridia sp. SECARA IN VITRO

LILIS LISNAWATI, . (2018) UJI AKTIVITAS ANTELMINTIK EKSTRAK ETANOL TEMU RIMPANG GIRING (Curcuma heyneana Val. & Zijp.) TERHADAP CACING Ascaridia sp. SECARA IN VITRO. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).

[thumbnail of COVER Lilis Lisnawat.pdf] Text
COVER Lilis Lisnawat.pdf

Download (302kB)
[thumbnail of ORISINALITAS _Lilis Lisnawat.pdf] Text
ORISINALITAS _Lilis Lisnawat.pdf

Download (242kB)
[thumbnail of ABSTRAK _Lilis Lisnawat.pdf] Text
ABSTRAK _Lilis Lisnawat.pdf

Download (527kB)
[thumbnail of BAB 1 _Lilis Lisnawat.pdf] Text
BAB 1 _Lilis Lisnawat.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 2 _Lilis Lisnawat.pdf] Text
BAB 2 _Lilis Lisnawat.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[thumbnail of BAB 5 _Lilis Lisnawat.pdf] Text
BAB 5 _Lilis Lisnawat.pdf
Restricted to Registered users only

Download (479kB)
[thumbnail of Full File Skripsi_Lilis Lisnawat.pdf] Text
Full File Skripsi_Lilis Lisnawat.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (34MB)

Abstract

Temu giring (Curcuma heyneana Val. & Zijp.) merupakan salah satu tanaman tradisional yang berkhasiat sebagai antelmintik dimana bagian yang sering digunakan adalah rimpangnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antelmintik ekstrak rimpang temu giring secara in vitro. Bahan uji yang digunakan adalah rimpang temu giring segar yang diperoleh dari Pasar Depok Jaya. Penapisan fitokimia menunjukkan bahwa serbuk temu giring mengandung flavonoid, saponin dan triterpenoid. Hewan uji yang digunakan adalah cacing gelang pada unggas (Ascaridia sp.) yang diperoleh dari usus ayam kampung dari tempat pemotongan ayam Pasar Cempaka Putih Jakarta Pusat. Ekstrak temu giring dibuat dengan maserasi serbuk temu giring dalam pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antelmintik dilakukan dalam 5 kelompok yaitu menggunakan 3 variasi konsentrasi ekstrak temu giring yaitu pada konsentrasi (10%, 30%, dan 50%), dengan suspensi pirantel pamoat 0,5% sebagai kontrol positif dimana. masing-masing kelompok disuspensikan menggunakan CMC Na 1% dalam NaCI fisiologis dan sebagai kontrol negatif adalah suspensi CMC Na 1% dalam NaCl fisiologis. Cacing Ascaridia sp. dimasukkan ke dalam masing-masing cawan petri sebanyak 5 ekor dan diinkubasi pada suhu 37°C dengan pengulangan sebanyak 3 kali dan pengamatan dilakukan setiap 1 jam hingga semua cacing mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temu giring mempunyai aktivitas antelmintik terhadap cacing Ascaridia sp. dengan nilai LCso 15,693 % dan LTs0 21 jam 53 menit 53 detik.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1. Dr. Tiah Rachmatiah, M.Si., Apt 2. Saiful Bahri, S.Si., M.Si.
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi
Depositing User: perpusistn5
Date Deposited: 29 Jan 2026 04:31
Last Modified: 29 Jan 2026 04:31
URI: http://repo.istn.ac.id/id/eprint/139

Actions (login required)

View Item
View Item