I Ketut Agus Saputra, . (2017) EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID PEDIATRI DI RUANG RAWAT INAP RSUD BUDI ASIH PERIODE JUNI-NOVEMBER 2016. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).
COVER _I KETUT AGUS SAPUTRA_.pdf
Download (202kB)
ORISINALITAS _I KETUT AGUS SAPUTRA_.pdf
Download (225kB)
ABSTRAK I KETUT AGUS SAPUTRA_.pdf
Download (502kB)
BAB 1 _I KETUT AGUS SAPUTRA_.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
BAB 2 _I KETUT AGUS SAPUTRA_.pdf
Restricted to Registered users only
Download (17MB)
BAB 5 I KETUT AGUS SAPUTRA_.pdf
Restricted to Registered users only
Download (721kB)
full file skripsi _I KETUT AGUS SAPUTRA_.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (38MB)
Abstract
Demam tifoid merupakan penyakit yang penyebarannya melalui saluran cerna. DI Indonesia kasus ini tersebar secara merata di seluruh propinsi dengan insidensi di daerah pedesaan, usia penderita di Indonesia dilaporkan antara 3-19 tahun pada 91% kasus. Penderita Demam tifoid biasanya bersifat akut, dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteriatik pediatri yang mendapat antibiotika (usia, jenis kelamin), gambaran penggunaan jenis antibiotika dan kesesuaian penggunaan dosis obat pada pasien pediatri di RSUD Budhi Asih Jakarta Timur berdasarkan IONI (Informalorium Ohat Narional Indonesiaj dan Pedlutric Medication landbook. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penefitian non-ekeperimental dan bersifat deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari data rekam medik pasien demam tifoid yang dirawat inap di RSUD Budhi Asih periode Juni-November 2016. Pasien yang paling banyak terkena demam tifoid di RSUD Budhi Asih paling banyak berusia 7-12 tahun (41,6%), dengan jenis kelamin terbanyak perempuan (51,49%). Gambaran pengujian laboratorium yang paling banyak dilakukan uji darah lengkap dan tubex (69,31%), jenis antibiotika yang digunakan paling banyak antibiotika ceftriaxon sebanyak 59 (58.42%), dengan ketepatan pemberian dosis terbanyak pada antibiotik ampisilin 5 (100%) dan amoksisilin 1 (100%) dan cara pemberian obat terbanyak melalui parenteral 111 (86,04%).
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Dra. Refdanita M.Si., Apt |
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi |
| Depositing User: | perpusistn5 |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 03:49 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 03:49 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/174 |
