Rodiyah, . (2018) UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KAYU PUTIH (Melaleuca leucadendra L) TERHADAP PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes dan Malassezia furfur. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.
Cover.Rodiyah.pdf
Download (334kB)
Orisinalitas.Rodiyah.pdf
Download (288kB)
Abstrak.Rodiyah.pdf
Download (707kB)
Bab 1.Rodiyah.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Bab 2.Rodiyah.pdf
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Bab 5.Rodiyah.pdf
Restricted to Registered users only
Download (433kB)
Full File Skripsi_Rodiyah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (32MB)
Abstract
Daun kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) merupakan tanaman dari famili Myrtaceae diketahui dapat digunakan sebagai antibakteri dan antifungi karena mengandung metabolit sekunder berupa saponin dan steroid. Ekstrak etanol daun kayu putih diperoleh dari daun segar yang sudah dikeringkan dan dimaserasi selama 5 hari. Media yang digunakan untuk antibakteri adalah Mueller Hinton Agar (MHA) dan antifungi adalah Sabouraud Dexstrose Agar (SDA). Uji aktivitas antimikroba ekstrak etanol 96% daun kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Malassezia furfurmenggunakan konsentrasi 10%, 15%, 20% dan 25% dan kontrol negatif yang berisi pelarut (DMSO 100%) serta kontrol positif yaitu antibiotik klindamisin dan ketokonazol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol 96% daun kayu putih terhadap Propionibacterium acnes dan Malassezia furfurdan mengetahui hasil Diameter Daya Hambat (DDH) dan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Metode yang digunakan untuk Uji Diameter Daya Hambat (DDH) adalah metode difusi cakram dan untuk Uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) adalah metode dilusi padat. Pada bakteri Propionibacterium acnesdengan konsentrasi 10%, 15%, 20% dan 25% menghasilkan Diameter Daya Hambat (DDH) sebesar 16,05 mm, 17,65 mm, 19,6 mm dan 19,1 mm. Pada fungi Malassezia furfur tidak menghasilkan zona hambat karena daun kayu putih tidak mampu menghambat pertumbuhan Malassezia furfur. Pengujian Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) menggunakan metode dilusi padat didapatkan hasil Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) pada konsentrasi 8%.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Drs. Wahidin, M.Si, Apt 2. Saiful Bahri, M.Si |
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi |
| Depositing User: | perpusistn4 |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 07:17 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 07:17 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/186 |
