SEPTA SETIADI, . (2018) SIMULASI GATEWAY LOAD BALANCE PROTOCOL MENGGUNAKAN METODE WEIGHT. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).
Cover Septa Setiadi (1).pdf
Download (279kB)
Orisinalitas Septa Setiadi (1).pdf
Download (555kB)
Abstrak Septa Setiadi (1).pdf
Download (513kB)
Bab 1 Septa Setiadi (1).pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
bab 2 Septa Setiadi (1).pdf
Restricted to Registered users only
Download (8MB)
Bab 5 Septa Setiadi (1).pdf
Restricted to Registered users only
Download (319kB)
Full File Skripsi_Septa Setiadi (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (33MB)
Abstract
ntuk mendukung operasional IT yang mumpuni, belakangan ini banyak perusahaan menyewa lebih dari 1 (satu) link komunikasi sebagai redudancy dan untuk meningkatkan High Availability atau ketersediaan sistem jaringannya. Salah satu metode untuk meningkatkan high availability jaringan multi router (link) adalah menggunakan Gateway Load balance Protocol (GLBP) yang merupakan protocol yang bekerja pada layer 3 OSI. Dimana fungsi GLBP adalah untuk membagi beban traffic dan sebagai fungsi failover ketika salah satu router/link mengalami kerusakan.. Gateway Load Balancing Protocol (GLBP) sendiri lahir dari konsep load balancing, yang merupakan konsep yang gunanya untuk membagi/menyeimbangkan beban atau muatan pada beberapa link yang menuju network remote yang sama. Dengan begitu link jaringan tidak akan terganggu apabila terjadi kerusakan yang ditimbulkan oleh salah satu router tersebut. Skripsi ini mencoba untuk menjelaskan konsep dari GLBP dengan menggunakan metode weight dimana tool simulasi network menggunakan software GNS3. Hasil yang diperoleh dari simulasi yaitu dengan GLBP metode weight pembagian beban data router ditentukan oleh nilai weight yang diberikan pada masing-masing router. Dimana Perbandingan Nilai Weight yang diberikan pada Router akan menentukanjumlah paket data yang diteruskan pada router tersebut. Pada Simulasi terlihat ketika router RSA1 diberikan nilai weight 200 dan router RSA2 diberikan nilai weight 100 maka jumlah packet data yang diteruskan pada router RSA1 lebih banyak dua kali lipat dari router RSA2 serta fungsi failover ketika salah satu router/link mengalami kerusakan berjalan dengan baik di semua nilai weight yang diberikan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 1. Ir. Iwan Hernawan, М.Т. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Sains Teknolgi Terapan (FSTT) > Teknik Elektro S1 |
| Depositing User: | perpusistn5 |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 04:27 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 03:33 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/21 |
