ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN BAFFLE TERHADAР PRESSURE DROP SHELL AND TUBЕ HEAТ EXCHANGER

Asep Supriyanto, . (2019) ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN BAFFLE TERHADAР PRESSURE DROP SHELL AND TUBЕ HEAТ EXCHANGER. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN).

[thumbnail of COVER _Asep Supriyanto.pdf] Text
COVER _Asep Supriyanto.pdf

Download (470kB)
[thumbnail of ORISINALITAS _Asep Supriyanto.pdf] Text
ORISINALITAS _Asep Supriyanto.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of ABSTRAK Asep Supriyanto.pdf] Text
ABSTRAK Asep Supriyanto.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1 Asep Supriyanto.pdf] Text
BAB 1 Asep Supriyanto.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of BAB 2 Asep Supriyanto.pdf] Text
BAB 2 Asep Supriyanto.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11MB)
[thumbnail of BAB 5 Asep Supriyanto.pdf] Text
BAB 5 Asep Supriyanto.pdf
Restricted to Registered users only

Download (526kB)
[thumbnail of Full File Skripsi_Asep Supriyanto.pdf] Text
Full File Skripsi_Asep Supriyanto.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (36MB)

Abstract

Heat exchanger atau alat penukar kalor sering diaplikasikan pada suatu proses perpindahan panas, sehingga alat penukar kalor ini mempunyai peran penting, jenis heat exchanger banyak dijumpai dengan jenis tipe shell and tube. Pada umumnya shell andtube heat exchanger mempunyai penyekat atau baffle, baffle ini berfungsi sebagai penyekat pipa-pipa tube. Secara teoritis penggunaan baffle dapat meningkatan proses perpindahan panas diantara kedua fluida, namun dengan meningkatnya proses perpindahan panas juga meningkatkan pressure drop lebih besar, ini terjadi karena aliran yang melalui celah antar baffle menjadi besar. Untuk itu dilakukan sebuah penelitian pengaruh penggunaan baffle terhadap pressure drop, pada penelitian ini digunakan shell and tube tipe one-pass shell dengan jenis baffle double segmental, untuk pengujian ini menggunakan fluida kerja untuk fluida panas dan fluida dingin ini adalah air dengan temperatur fluida panas 60°C dan fluida dingin 32°C. Aadapun variabel penelitian ini yakni kecepatan fluida (V), bilangan Reynold (Re), bilangan Nusselt (Nu), koefisien perpindahan panas (h), koefisien perpindahan panas menyeluruh (U) dan pressure drop (AP). Dari hasil penelitian dan analisis bahwa penggunaan baffle dapat menyebabkan pressure drop, faktor ini dipengaruhi dengan penggunaan 13 baffle yang mempengaruhi luas kontak fluida dalam shell dengan dinding tube semakin besar, sehingga pressure drop juga besar, namun dengan penggunaan 13 haffle ini, proses perpindahan panas fluida pun meningkat, ini berbanding lurus dengan hasil dari analisis yang menunjukan meningkatnya grafik bilangan Reynold (Re), Nusselt (Nu), koefisien perpindahan panas (h), koefisien perpindahan panas menyeluruh (U), dan pressure drop (AP), berbanding terbalik dengan penggunaan 2 baffle saja, proses perpindahan panas kurang baik, ini terjadi karena aliran yang melalui selongsong shell menjadi singkat karena luas kontak fluida dalam shell dengan dinding

Item Type: Thesis (Sarjana)
Additional Information: 1. Ir, Moh Faisal H, MT
Subjects: L Education > L Education (General)
T Technology > T Technology (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Sains Teknolgi Terapan (FSTT) > Teknik Mesin S1
Depositing User: perpusistn5
Date Deposited: 03 Feb 2026 04:37
Last Modified: 03 Feb 2026 04:37
URI: http://repo.istn.ac.id/id/eprint/256

Actions (login required)

View Item
View Item