Fitriantoro Harry Santoso, . (2018) GAMBARAN POLA KONSUMSI ANTIBIOTIKА DENGAN METODE ATC/DDD PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BANTUL PERIODE JANUARI – JUNI TAHUN 2017. Sarjana thesis, Institut Sains dan Teknologi Nasional.
Cover.Fitriantoro.pdf
Download (425kB)
Orisinalitas.Fitriantoro.pdf
Download (381kB)
Abstrak.Fitriantoro.pdf
Download (983kB)
Bab 1.Fitriantoro.pdf
Restricted to Registered users only
Download (41MB)
Bab 2.Fitriantoro.pdf
Restricted to Registered users only
Download (13MB)
Bab 5.Fitriantoro.pdf
Restricted to Registered users only
Download (888kB)
Full File Skripsi_Fitriantoro Harry Santoso (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (41MB)
Abstract
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Antibiotika adalah obat andalan untuk mengatasi masalah tersebut. Penyediaan dan penggunaan antibiotika yang tidak rasional merupakan masalah yang serius karena dapat menyebabkan resistensi kuman dan menyebabkan tingginya biaya obat. Evaluasi penggunaan obat dapat dimanfaatkan untuk memberikan gambaran tingkat penggunaan obat pada waktu atau daerah tertentu, seperti wilayah, negara atau rumah sakit. Penelitian deskriptif non analitik dengan data retrospektif telah dilakukan untuk menggambarkan pola konsumsi antibiotika dengan metode ATC/DDD pada RSUD Kab. Bantul Periode Januari - Juni Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukan kuantitas pola konsumsi jenis antibiotika pada rawat jalan di RSUD Kab. Bantul periode Januari hingga Juni tahun 2017 adalah antibiotika yang paling banyak digunakan adalah Amoksisilin (27,04%), terdapat perubahan pola konsumsi yaitu peningkatan penggunaan antibiotika Amoksisilin pada awal periode sebesar 3,36% hingga diakhir periode sebesar 35,45% dan penurunan penggunaan antibiotika Siprofloksasin pada awal periode sebesar 36,67% hingga diakhir periode sebesar 15,90%. Kuantitas pola konsumsi jenis antibiotika pada rawat inap di RSUD Kab. Bantul periode Januari hingga Juni tahun 2017 adalah yang paling banyak digunakan adalah Seftriakson (29,64%), terdapat perubahan pola konsumsi yaitu peningkatan penggunaan antibiotika Amoksisilin pada awal periode sebesar 3,73% hingga diakhir periode sebesar 33,99% dan penurunan penggunaan antibiotika Seftriakson pada awal periode sebesar 39,75% hingga diakhir periode sebesar 27,24%. Kesesuaian jenis antibiotika dengan Formularium Nasional Tahun 2017 adalah 100%. Persentase antibiotika berdasarkan nama generik yang masuk dalam segmen DU90% adalah 34,62%. Jenis antibiotika berdasarkan nama generik yang masuk dalam segmen DU90% adalah Amoksisilin (25,005%), Sefiksim (17,358%), Siprofloksasin (15,135%), Seftriakson (14,109%), Isoniazida (5,820%), Azitromisin (4,558%), Sefotaksim (3,953%), Levofloksasin (3,322%) dan Rifampisin (1,893%). Total biaya konsumsi antibiotika pada RSUD Kab. Bantul Periode Januari - Juni Tahun 2017 adalah sebesar Rp332.913.914,49
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | Dr. Refadnita, M.Si. |
| Subjects: | L Education > L Education (General) R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Farmasi (FF) > Farmasi |
| Depositing User: | perpusistn4 |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 08:45 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 06:24 |
| URI: | http://repo.istn.ac.id/id/eprint/49 |
